Berita Otomotif

Disini kita akan mendapatkan berita seputar otomotif dan sekaligus referensi otomotif (firman-walker13.blogspot.com)

DIY

Terdapat tips and trik seputar dunia otomotif (firman-walker13.blogspot.com)

Auto Show

Ada berita terkini tentang trend terbaru (firman-walker13.blogspot.com)

Audio

Berisi juga berita tentang audio mobil (firman-walker13.blogspot.com)

Serba Serbi

Ada juga informasi lainnya disini -firman-walker13.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Prosesor AMD VS Intel, Bagus Mana Untuk Bermain Game?

Pertanyaan klasik, bagus yang mana antara prosesor AMD VS Intel untuk bermain game?, jawabanya adalah tergantung dana, kebutuhan dan spek komputer yang akan digunakan untuk bermain game itu sendiri. Blog motorseo sebenarnya ingin fokus pada tulisan tentang sepeda motor, blogging, sedikit seo juga web development, jika pun ada tulisan tentang pembahasan handphone atau komputer itu semata-mata adalah tulisan penghibur bagi para visitor yang datang. Tetapi, karena saat ini banyak yang bertanya tentang pembahasan komputer, saya pun mulai banyak menulis tentang topik ini. Ambilah contoh seperti pertanyaan “mana yang lebih bagus dan terbaik antara Intel atau AMD untuk bermain game?”, nah saya pun tergelitik untuk membahas topik yang satu ini secara ringan, mari kita lihat saja bersama.

Dulu sekali, mungkin prosesor Intel boleh berjaya dengan berbagai macam prosesor yang mereka miliki, dengan performa terbaik di kelasnya (walaupun harganya sangat mahal), Intel selalu menjadi pilihan utama para pengguna komputer tak terkecuali para gamer komputer. Tetapi setelah Intel mendapatkan saingan yang cukup berat dari jajaran prosesor AMD, peperangan dikelas komputer termasuk komputer game pun kiat menjadi-jadi sampai detik ini.
Sandy Bridge - prosesor intel lebih bagus dari AMD
Sandy Bridge, Prosesor intel, lebih bagus dari AMD?
Sempat dikalahkan oleh AMD dikelas prosesor gaming, kini Intel tampaknya telah berhasil merebut tahta itu kembali, ini dimulai sejak lahirnya generasi Intel Sandy Bridge. Dulu Intel sempat kewalahan dengan jajaran prosesor AMD seperti AMD Athlon XP 2500 Barton, kemudian yang belum lama dengan keluarga Athlon II X2,X3,X4 juga dari keluarga Phenom II seperti Phenom II X2 dan Phenom II X4 yang terkenal dengan kode Black Edition yang sanggup di overclock dengan sangat mudah. Prosesor AMD tersebut memiliki performa yang setara dengan Intel tetapi dengan harga yang lebih murah (dulu), ini tentu saja menjadi kabar kembira waktu itu dimana para gamer banyak yang mulai beralih ke prosesor AMD untuk merakit komputer game murah dengan kualitas bagus :-D.
Tetapi setelah Intel memperkenalkan keluarga Sandy Bridge yang disusul Ivy Bridge, Intel tampaknya telah berhasil menarik kembali para komputer gamer untuk melirik mereka. Ini bukan tanpa alasan, karena antara harga dan performa yang ditawarkan memang lebih baik dari tipe AMD. Ambilah contoh Intel Sandy Bridge i5-2500K, prosesor ini sangat bagus untuk bermain game juga mudah di overclock yang performa nya melebihi prosesor AMD di kelasnya.
Intel VS AMD, perbandingan prosesor tanpa henti
Intel VS AMD, perbandingan prosesor tanpa henti
Jadi, tidak mudah menjawab pertanyaan “mana yang lebih bagus untuk bermain game antara prosesor AMD VS Intel”, kita harus menetukan harga juga keperluan kita sendiri. Contoh untuk prosesor kelas premium, saya lebih memilih tipe dari Intel (saat ini) dan memilih AMD untuk tipe prosesor gaming di bawah 1 juta. Admin juga dulu memilih prosesor AMD tetapi sekarang memiliki komputer game yang di isi oleh prosesor Intel di motherboard komputer admin :-D, oh ya saya pernah menulis artikel tentang ini di halaman ini – prosesor yang murah untuk bermain game.
Kesimpulannya, jika ada pertanyaan seperti perbandingan prosesor Intel VS AMD, maka kita harus melihat banyak aspek yang termasuk harga didalamnya. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa kesulitan menentukan prosesor apa yang bagus untuk bermain game, nah kita bisa berdiskusi di halaman komentar dibawah ini. Ingat, performa prosesor tidak hanya dilihat dari clock speed saja seperti jaman purba dulu :-D, tetapi bisa dilihat dari chipset yang dipakai, jumlah core yang ada, jumlah cache memori, dll. Pastinya pertarunganIntel VS AMD akan terus berlangsung.. Semoga bermanfaat.

Senin, 27 April 2015

Race Tamiya Dengan Track Super Extreme Hadir Di Mega Toys Expo

Bicara soal Mega Toys tentunya hobi yang satu ini tidak boleh dilewatkan, ekspetasi yang sangat tinggi di Indonesia membuat nama Tamiya menjadi salah satu hobi yang banyak digemari, dari mulai anak-anak sampai orang yang sudah dewasa. dan tidak lengkap rasanya acara Mega Toys yang diselenggarakan oleh Modcom tanpa kehadiran Race Tamiya.





















Race Tamiya Mega Toys Expo, Kedatangan Team Dari Brunei Darusalam

Demam Mega Toys Expo 2015 yang diselengarakan Modcom selama dua hari di MGK Kemayoran memang tidak hanya dirasakan oleh para penggemar ataupun komunitas mainan di Indonesia saja, namun acara perdana Mega Toys Expo 2015 telah "menjelma" menjadi acara yang akan banyak dinanti para pecinta mainan. Baik dari Indonesia maupun Luar indonesia sekalipun.

Team Tamiya dari Brunai Darusalam pun tidak mau ketinggalan untuk ikut berpartisipasi, Datang jauh-jauh dari Brunei, para penggemar Tamiya yang tersebar diseluruh Negara Brunei membentuk satu team untuk mengikuti Race Tamiya di Mega Toys Expo 2015.













Belajar Dari Ban

Belajar Dari Ban (Perlu Dibaca)

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka.
"Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil
orang bengkel saja untuk mengerjakannya?" tanya si bocah dengan penasaran.
Sang ayah tersenyum. "Sini, nak, kau lihat dan perhatikan.

Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita,
Katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. "Belajar dari ban?"
Mata sang anak membelalak. "Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?" Sang ayah tertawa. "Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya.



Ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga,
motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu.
Ban tak pernah berubah menjadi segitiga atau segi empat." Si bocah mulai serius. "Benar juga ya, Yah.
Terus yang kedua?"



Ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia merasakan.
Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang harus
mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat
si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah. "Aku tahu, pasti ban ya, Yah?"

jawab sang bocah antusias. "Benar sekali.



Ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan.
Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang.

Coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.



Ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama.

Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat,
dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya?
Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?"

"Wow, benar juga Yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.



Ban adalah, meski banyak hal penting yg dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri.

Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya." "Maksud ayah apa?"
tanya si bocah bingung. "Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?"
tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah. "Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?"

"Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll.
Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor.

"Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."
Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas.



Ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya,
atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana.
Kita tak akan pernah sampai ke tujuan." Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu,
tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak
di manapun kau berada.

Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita."

Blackberry Tutup Seluruh Cabang Dan Operasional di Swedia

BlackBerry baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menutup wilayah operasi mereka di Swedia. Penutupan ini dilaporkan membuat sekitar 100 karyawan terancam kehilangan pekerjaan. Reuters melaporkan, kini perusahaan teknologi asal Kanada tersebut sedang menjalin perundingan dengan persatuan buruh di Swedia untuk mencari solusi serta keputusan final.



"Saat ini, kami memutuskan untuk menutup kantor kami di Swedia. Karena hal ini bisa saja berimbas pada sekitar 100 tenaga kerja. Untuk itu, kami pun sedang melakukan konsultasi dengan para karyawan," ujar seorang juru bicara BlackBerry.

Kantor cabang BlackBerry di Swedia ini memegang salah satu peranan penting dalam pengembangan perangkat, termasuk perangkat smartphone BlackBerry 10.

Selasa, 21 April 2015

Soal Matematika Singapura yang Bikin Geger Dunia, Ini Jawabannya!





Soal Matematika siswa Singapura membuat dunia ikut berpikir. Soal itu tidak cuma hitung-hitungan, tetapi benar-benar menuntut logika.

Soal itu pertama kali diunggah oleh presenter "Hello Singapore", Kenneth Kong, pada Sabtu (11/4/2015). Berikut soal itu:

Albert dan Bernard baru saja berteman dengan Cheryl dan mereka ingin mengetahui hari ulang tahunnya. Cheryl lalu memberikan 10 pilihan, yaitu:

15 Mei, 16 Mei, 19 Mei
17 Juni, 18 Juni
14 Juli, 16 Juli,
14 Agustus, 15 Agustus, dan 17 Agustus

Cheryl kemudian mengatakan kepada Albert dan Bernard secara terpisah tentang bulan dan tanggal ulang tahunnya secara berurutan.

Albert dan Bernard kemudian membuat pernyataan:

Albert : Saya tidak tahu kapan ulang tahun Cheryl, tetapi saya yakin Bernard tidak mengetahuinya juga.

Bernard : Awalnya saya tidak tahu ulang tahun Cheryl, tetapi saya sekarang tahu.

Albert : Berarti saya juga tahu ulang tahun Cheryl.

Jadi, kapan ulang tahun Cheryl?


Penasaran jawabannya? Berikut jawabannya berdasarkan hasil analisis Nicholas Giovanni, Asisten Laboratorium Fisika Metalurgi pada Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, seperti dituturkan pada Senin (13/4/2015).

Kemungkinan awal adalah 15 Mei, 16 Mei, 19 Mei, 17 Juni, 18 Juni, 14 Juli, 16 Juli, 14 Agustus, 15 Agustus, dan 17 Agustus.

Bila ulang tahun Cheryl adalah 18 Juni ataupun 19 Mei, maka Bernard yang diberi tahu angka pasti langsung tahu karena angka 18 dan 19 tidak terdapat pada bulan-bulan lain.

Sisa kemungkinannya: 15 Mei, 16 Mei, 17 Juni, 14 Juni, 16 Juli, 14 Agustus, 15 Agustus, dan 17 Agustus.

Bila Albert diberi tahu bahwa bulan ultah Cheryl adalah Mei atau Juni, maka Albert tidak akan bisa mengatakan, “I know that Bernard does not know, too.” Hal itu membuktikan bahwa Albert diberi tahu bahwa ultah Cheryl antara Juli atau Agustus.

Sekarang, sisa kemungkinannya adalah 14 Juli, 16 Juli, 14 Agustus, 15 Agustus, dan 17 Agustus.

Bernard diberi tahu tanggal. Dari perkataan Albert, Bernard tahu bahwa Albert diberi tahu bulan Juli atau Agustus. Bila Bernard diberi tahu tanggal 14, maka dia masih akan bingung karena terhadap 14 Juli dan 14 Agustus. Nyatanya dia berkata, “But, I know”. Berarti Bernard tidak diberi tahu bahwa tanggalnya adalah 14.

Pada tahapan ini, Bernard telah mengetahui bahwa ulang tahun pada tanggal 16 Juli. Sebabnya, Cheryl telah memberitahu Bernard bahwa anggal kelahirannya adalah 16.

Sebelumnya, sisa kemungkinannya adalah 16 Juli, 15 Agustus, dan 17 Agustus. Bila Albert diberi tahu bulannya Agustus, maka dia masih akan bingung karena ada 15 Agustus dan 17 Agustus. Bila Albert diberi tahu bulannya Juli, maka dengan tereliminasinya tanggal 14 Juli, maka satu-satunya sisa tanggal adalah 16 Juli. Oleh karena itu, Albert berkata, “Then I also know when….”


Awalnya, Kong menyatakan bahwa pertanyaan itu ditujukan untuk pelajar sekolah dasar kelas V. Namun, Senin, dia mengonfirmasi bahwa pertanyaan itu ditujukan kepada anak sekolah menengah pertama kelas III dan merupakan soal level olimpiade.

Hmm, pantaslah soal itu begitu sulit dan membuat dunia geger....

Sabtu, 31 Agustus 2013

Metode Pendekatan dan Prinsip-Prinsip Geografi


Ruang lingkup geografi dapat dikatakan sangat luas. Metode pendekatan yang dapat digunakan tidak lagi hanya dari aspek keruangannya saja, melainkan juga aspek sistem-sistem lainnya. 
Semua fenomena yang ada di permukaan bumi, baik yang berupa gejala alam ( fisik ) maupun gejalamanusia ( sosial ) merupakan ruang lingkup geografi. Karena begitu luasnya ruang lingkup ini, maka untuk menganalisis segala fenomena yang terjadi tersebut, perlu adanya pendekatan. Dalam hal ini , pendekatanyang akan dibahas adalah pendekatan geografi pada umumnya dan pendekatan geografi dalam geografi pendidikan.

Ada beberapa 
pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja, yaitu pendekatan keruangan, ekologi, historis, dan pendekatan sistem.


Pendekatan keruangan merupakan metode pendekatan yang khas dalam geografi. Pada pelaksanaan pendekatan keruangan ini harus tetap berdasarkan prinsip-prinsip yang berlaku.

Prinsip-prinsip tersebut antara lain: prinsip penyebaran, interelasi, dan deskripsi, sedangkan yang termasuk pendekatan keruangan, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional. Secara teoretis pendekatan itu dapat dipisahkan satu sama lain, akan tetapi pada kenyataan praktisnya, berhubungan satu sama lain.

a. Pendekatan Topik

Dalam mempelajari suatu masalah geografi di wilayah tertentu, kita dapat mengadakan pendekatan dari topik tertentu yang menjadi perhatian utama. Misalnya di daerah tertentu, topik yang menjadi perhatian utama adalah kelaparan maka kelaparan inilah yang menjadi sorotan utama dalam pendekatan topik.

Yang menjadi pegangan pokok dalam melakukan pendekatan topik ini, yaitu tidak boleh dilepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi wadah gejala atau topik yang kita dekati.

Faktor-faktor geografi seperti manusianya dan keadaan fisisnya tidak boleh diabaikan. Dengan landasan keruangan ini, kita akan dapat mengungkapkan karakteristik kelaparan di daerah yang bersangkutan kalau dibandingkan dengan gejala atau kelaparan di wilayah yang lainnya.

Kelaparan di daerah tersebut diungkapkan jenis-jenisnya, sebabsebabnya, penyebarannya, intensitasnya, dan interelasinya dengan gejala yang lain dan dengan masalah secara keseluruhan.

b. Pendekatan Aktivitas Manusia (Human Activities)

Aktivitas penduduk ini dapat ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan deskripsinya dengan gejala-gejala lain yang berkenaan dengan aktivitas tadi. Ditinjau dari penyebarannya, kita akan dapat membedakan jenis aktivitas tadi sehubungan dengan mata pencarian penduduk. Apakah aktivitas itu berlangsung di daerah pegunungan, apakah di dataran rendah, apakah dekat dengan sungai, apakah dari sungai, apakah di pantai, dan seterusnya.

Dari kegiatan penyebaran penduduk tadi, kita dapat mengungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, dengan hidrografi, dengan keadaan komunikasi-transportasi, dengan keadaan tinggi-rendah permukaan, dan dengan faktor-faktor geografi lainnya. Oleh karena itu, kita dapat membuat suatu deskripsi tentang aktivitas penduduk tadi berdasarkan interelasi keruangan dengan gejala-gejala lain dan dengan berbagai masalah sebagai sistem keruangannya.


Pendekatan regional berarti mendekati suatu gejala atau suatu masalah dari regional, wilayah tempat gejala atau masalah tersebut tersebar. Tekanan utama pendekatannya bukan kepada topik atau aktivitas manusianya, melainkan kepada region yang merupakan tempat atau wadahnya.

Jadi, wilayah dan ekologinya berdiri sendiri dalam satu ruangan. Misalnya dalam melakukan studi tentang masalah kelaparan, kita dapat melakukan pendekatan regional tentang gejala kelaparan tadi. Dalam hal ini meninjau kelaparan berdasarkan wilayahnya. Pertanyaan yang dapat dikemukakan, yaitu di wilayah-wilayah mana saja kelaparan terjadi? Kita akhirnya dapat mengungkapkan penyebaran gejala atau masalah kelaparan di permukaan bumi.

Berdasarkan penyebarannya kita dapat pula mengungkapkan apa sebabnya kelaparan itu terjadi di region/wilayah yang bersangkutan. Selanjutnya kita dapat mengungkapkan interelasi dan interaksi gejala kelaparan itu dengan gejala-gejala yang lain pada region yang sama.

Dalam hal ini berarti bahwa kita telah mengungkapkan interelasi dan interaksi keruangan gejala kelaparan dengan gejala atau faktor geografi lainnya, seperti faktor aktivitas penduduknya. Selanjutnya, dari hasil pendekatan regional dengan didasarkan atas prinsip-prinsip geografi, kita akan dapat mengadakan deskripsi gejala atau masalah kelaparan tadi pada region/wilayah yang bersangkutan.




Geografi dan ekologi adalah dua bidang ilmu yang berbeda satu sama lain. Geografi berkenaan dengan interelasi kehidupan manusia dengan faktor fisisnya yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Sedangkan ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.

            Prinsip dan konsep yang berlaku kedua bidang ilmu tersebut, berbeda satu sama lain. Karena ada kesamaan pada objek yang digarapnya, kedua ilmu tersebut pada pelaksanaan kerjanya dapat saling menunjang dan saling membantu.

Pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Dalam hal ini, metodologi pendekatan, penganalisisan, dan penelaahan gejala dan masalah geografi. Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam.

Pandangan dan penelaahan ini dikenal sebagai pendekatan ekologi, yang dapat mengungkapkan masalah hubungan penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Pada pendekatan ekologi suatu daerah pemukiman, daerah pemukiman tersebut ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan, dan lain-lain.

Geografi dapat dikatakan juga sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang bermaksud menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan penyebaran dan aktivitas manusia. Pokok dari geografi adalah berkenaan dengan studi tentang ekologi manusia pada area/daerah yang khusus. Pengertian geografi pada konteks ini bukan merupakan pengertian geografi secara keseluruhan, melainkan kepada geografi regional.

Meninjau region sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian penyebaran aktivitas manusia dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Interelasi manusia dengan alam lingkungan di sekitarnya dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi.


Menurut Preston E. James, sejarah dan geografi merupakan ilmu yang dwitunggal. Tempat dan waktu menyajikan kerangka kerja yang di dalamnya dapat dijelaskan pranata manusia dan proses perubahan kebudayaan yang dapat ditelusuri. Hartshorne mengemukakan pentingnya dimensi sejarah pada geografi.

Jika dimensi tempat menjelaskan interelasi keruangannya maka dimensi sejarah dapat menjelaskan dimensi waktunya dan dapat menjelaskan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada studi geografi, metodologi dengan menggunakan dimensi urutan waktu atau dimensi sejarah, dikenal sebagai pendekatan historis atau pendekatan kronologi. 

Dengan menerapkan pendekatan historis suatu gejala atau suatu masalah pada ruang tertentu, kita dapat mengkaji perkembangannya dan dapat pula melakukan prediksi proses gejala atau masalah tadi pada masa-masa yang akan datang. Melalui pendekatan historis ini, kita dapat melakukan pengkajian dinamika dan perkembangan suatu gejala geografi di daerah atau di wilayah tertentu.

Meneliti, menganalisis, dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan historis, artinya dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya, kita akan dapat melihat kecenderungan ke arah mana kota itu tumbuh berkembang beserta apa penunjangnya.


Sistem itu memiliki pengertian konotatif yang luas. Konsep sistem ini dapat diterapkan kepada rangkaian gejala, dapat diterapkan kepada alat atau pesawat elektronik, dapat diterapkan kepada susunan jasmaniah manusia. Kriteria utama dari suatu sistem bahwa komponen atau subsistem yang membentuk sistem tersebut, harus membentuk suatu rangkaian atau kesatuan yang tidak terpisah-pisahkan. Pada suatu sistem, rangkaian komponen itu nilainya lebih tinggi daripada komponen yang terpisahpisah.

Pendekatan sistem merupakan metode berpikir sintetik yang diterapkan pada masalah yang merupakan suatu sistem, sedangkan yang dimaksud dengan mode berpikir sintetik, yaitu mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. 

Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau suatu hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar. Gejala yang berkaitan dengan gejala yang menjadi sorotan utama tadi dapat ditetapkan sebagai subsistem dari gejala-gejala utamanya. Pendekatan dan penelaahan gejala geografi utama dengan subsistemnya, ditinjau sebagai satu kebulatan yang tidak terpisahkan satu sama lain.

Sebagai ilustrasi misalnya kita menelaah suatu jenis pertanian yang kita tetapkan sebagai satu sistem. Jika pertanian kita tetapkan sebagai satu sistem, gejala-gejala yang berhubungan dengan pertanian tadi, kita tetapkan sebagai subsistemnya. Contoh, tanah dengan kesuburannya, keadaan hidrografi dengan distribusi dan fluktuasi airnya, cuaca dengan segala unsur dan perubahannya, manusia dengan segala aktivitasnya, teknologi dengan segala perlengkapannya, dan lain-lain.

Pendekatan sistem seperti di atas, dapat ditetapkan pada sistem keruangan industri, pemukiman, perkotaan, pelabuhan, jaringan komunikasitransportasi, dan lain-lainnya.


Hal-hal yang harus dikuasai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam penelitian geografi antara lain observasi lapangan, membuat dan menggunakan berbagai peta, menggunakan dan menyusun suatu dokumentasi, menyusun dan membuat model, dan lain-lainnya.

Langkah-langkah penelitian geografi pelaksanaannya sebagai berikut.

a. Perumusan dan pernyataan masalah penelitian.
b. Perumusan dan tujuan penelitian.
c. Penyusunan hipotesis penelitian.
d. Penentuan populasi dan penarikan sampel.
e. Teknik pengumpulan data.
f. Analisis dan interpretasi data.
g. Penarikan kesimpulan hasil penelitian.

7. Pendekatan Keruangan

Merupakan suatu cara pandangan atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekan. Ruang yang dimaksud adalah esistensi atau keberadaan ruang dalam perspektif geografi yang dapat dipandang dari stuktur,pola, dan proses. Stuktur keruangan berkenaan dengan elemen – elemen pembentuk ruangan. Elemen – elemen tersebutdapat disimbolkan dalam tiga bentuk utama, yaitu kenampakan garis, kenampakan bidang, dan kenampakan titik.
Pendekatan keruangan selalu berhubungan dengan unsure – unsure sebagai berikut.
a)      Unsure jarak, baik Jarak absolut maupun jarak relatif ( sosial ) yang dapat berpengaruh pada keakraban, keseganan, rasa asing, dan kesenjangan sosial.
b)      Unsure pola, stukur geologi suatu wilayah akan mempengaruhi pola pemukiman dan persabaran sumber air yang berpengaruh pada pola penggunaan lahan.
c)      Unsure tempat ( site ) dan situasi, hal ini berkaitan erat dengan sifat dan fungsi suatu wilayah, misalnya kota dan kota dan desa.
d)     Unsure aksesibilitas, unsur ini berkaitan dengan mudah dan tidaknya suatu wilayah untuk dicapai. Wilayah dengan aksesibilitas yang tinggi akan semakin mudah untuk dicapai dan akan mempunyai tingkat kemajuan yang lebih pesat bila dibandingkan dengan wilayah dengan tingkat aksesibilitas yang rendah.
e)      Unsur keterkaitan, menentukan kualitas dan kuantitas hubungan fungsional antar wilayah. Besar dan kecilnya keterkaitan bergantung pada kepentingan antar wilayah sehingga dapat terjadi pertukaran barang dan mobilitas tinggi.

8.      Pendekatan Lingkungan ( Ekologi )

Dalam pendekatan lingkungan ( ekologi ), penekananya bukan lagi pada eksistensi ruang tetapi keterkaitan  antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel  lingkungan yang ada. Dalam pendekatan lingkungan, kerangka analisisnyatidak mengkaitkan  hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alam saja, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang didalamnya mencakup fenomena alam beserta tindakan fisik manusia.
1)      Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah merupakan kombinasi antara pendekatan kerugian dengan pendekatan lingkungan ( ekologi ). Oleh karena itu, sorotan wilayahnya sebagai obyek sangat beragam, maka kajiannya bersifat horizontal dan vertikal. Kajian horizontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan, sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek lingkungan. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit – unit wilayah, sehingga tercipta suatu wilayah dengan sistem yang kompleks sifatnyadan pengkajiannyamembutuhkanpendekatan yang beragam pula.



A.    Prinsip-Prinsip Geografi
Secara teoritis dalam mempelajari geografi perlu dijiwai oleh prinsip-prinsip geografi yang meliputi prinsip distribusi, prinsip interrelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.

1. Prinsip Distribusi
Prinsip ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer yang ada di permukaan bumi, di mana distribusi (penyebarannya) berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dengan jalan menggambarkan dan memerhatikan persebaran gejala-gejala geografi di permukaan bumi maka dapat diungkapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala dan fakta tersebut, bahkan selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Prinsip distribusi dalam ruang ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi. Berdasarkan pada prinsip distribusi ini, selanjutnya dapat ditetapkan prinsip-prinsip yang lain.

Sebagai contoh persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia tidaklah merata, lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral.

Peta persebaran hasil tambang di Indonesia
2. Prinsip Interrelasi
Prinsip ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gejala geografi yang satu dengan gejala geografi yang lain di muka bumi. Oleh karena itu setelah dilihat persebaran gejala geografi dalam satu ruang atau wilayah tertentu maka dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala geografi satu dengan gejala geografi lainnya. Selain itu dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala-gejala yang ada di permukaan bumi. Misalnya hubungan antara gejala fisik dengan gejala fisik, antara gejala fisik dengan gejala sosial dan antara gejala sosial dengan gejala sosial.

Dari interrelasi tersebut dapat diungkapkan karakteristik geografi dari suatu wilayah. Sebagai contoh, usaha pembukaan lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan tersebut.


Penebangan hutan untuk pembukaan lahan


3. Prinsip Deskripsi
Prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Gejala geografi berdimensi titik, garis, bidang, dan ruang. Prinsip deskripsi ini tidak saja dilaksanakan dengan menggunakan uraian dan peta melainkan juga dapat dilakukan dengan menggunakan diagram, grafik, maupun tabel.
 
Bentuk-bentuk deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca agar dapat memahami tentang makna yang dibahas. Prinsip deskripsi digunakan untuk menjelaskan karakteristik
gejala geografi yang dipelajari, hubungan antargejala, dan distribusi keruangannya. Dalam geografi urutan kegiatannya antara lain pengumpulan data, klasifikasi data, pemetaan, deskripsi tiap satuan pemetaan. Jadi deskripsi baru dapat dibuat setelah dilakukan pemetaan tentang kajian geografi yang dimaksud.

Peta curah hujan contoh bentuk penerapan prinsip deskripsi.
4. Prinsip Korologi
Prinsip ini melihat permasalahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi dan interaksinya dalam suatu wilayah (region) dan ruang tertentu. Ruang ini menunjukkan karakteristik kesatuan gejala geografi, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk. Misal kita melihat definisi bumi, tidak hanya meliputi bagian luar dari kerak bumi tetapi mencakup pula lapisan atmosfer yang mengelilinginya, termasuk air yang ada di bumi, baik air yang ada di permukaan bumi maupun air tanah, serta makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa dalam mengkaji gejala geografi pada suatu wilayah baik sempit maupun luas harus ditunjukkan mengenai persebaran gejala geografi, interrelasi antargejala, deskripsi masing-masing gejala dan hubungan keruangannya.

Bumi dengan segala isinya dipandang dari prinsip korologi.


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com